Saturday, 15 December 2012

SAAT AKU MEMBACA AYAT KURSI...



Membaca Ayat Kursi sebenarnya adalah rutinitasku sehari-hari dan Insya Allah akan saya coba terus membacanya setelah Sholat Subuh dan Setelah Sholat Maghrib sebanyak 3 kali..Aku nggak tahu entah sugesti apa yang membawaku bisa seperti itu ..Tapi Alhamdulillah, setiap aku membaca Ayat Kursi, Insya Allah dilindungi dan dijauhkan dari mara bahaya dan orang-orang yang berniat jahat kepada saya. Allah Hu Akbar..

Sebenarnya keinginan membaca Ayat Kursi ini dimulai sejak aku duduk di Sekolah Dasar dan masih saja tergiang di telingaku bahwa bila kita membaca Ayat Kursi dengan khusuk, kita akan terhindar dari hujan. karena ada teman SD ku bilang bahwa ada orang yang tidak basah bajunya karena membaca Ayat Kursi tersebut. Dan aku waktu itu mencobanya walau masih tidak hapal luar kepala, namun saat aku mencoba berjalan di tengah hujan, aku kebasahan juga. Tapi sejak itu aku belum lagi mencoba menghapal Ayat Kursi.karena memang belum ada rencana lagi. Tapi aku waktu itu percaya bila kita membaca Ayat Kursi, akan dilindungi oleh Allah SWT dari gangguan setan dan mahluk halus lainnya.

Dan Alhamdulillah di perjalanan hidupku selanjutnya menginjak aku menuju ke dunia kerja, dan semasa aku kerja di Bontang, Kalimantan Timur, banyak cerita mengenai Ayat Kursi yang aku jumpai dan diaantaranya dari kakak sepupuku yang menceritakan bila mana kita menjadi imam atau membaca Ayat Kursi pada waktu Sholat, ada baiknya pada saat pembacaan ayat terakhir sengaja di putus. (Wa la yaudduhu  hipzuhuma (tahan napas dulu sejenak dan lanjutkan lagi...wahuwal aliyul azim) tujuannya menjaga kekhusukan Sholat dari gangguan sesuatu yang tidak nyata pada saat kita sholat. Saya nggak tahu benar atau tidaknya tapi itu saya lakukan juga diwaktu-waktu saya mengerjakan Sholat saat membaca Ayat Kursi dan saya lakukan sampai sekarang..Karena menurut pandangan saya, selama itu baik dan baik menurut saya , saya akan lakukan kalau masalah percaya tidak percaya, semua diserahkan kepada Allah SWT.

Selepas aku meninggalkan Bontang dan beberapa tahun kemudian, tahun 2002 aku bekerja di salah satu Perusahaan Perkebunan yang ada di Bengkulu dan selama setahun kerja di sana, belum sempat menikmati hasil kerjaan dan menabung ,aku di mutasi ke Salah Satu perkebunan milik perusahaan di daerah Kuala Simpang Aceh Timur NAD..dimana pada waktu itu masih terjadi konplik karena adanya GAM. Ada rasa takut dan khawatir serta rasa frustasi dimutasi kesana dan rasa takut karena bahaya keamanan, apalagi semua staff disana kadang mengungsi karena kadang adanya kontak senjata antara Aparat Polri/TNI dengan GAM..Jadi dengar itu semua , aku nggak punya semangat lagi untuk bekerja di perusahaan tersebut dan berencana untuk segera resign menghindari dari bahaya tersebut, tapi banyak support dari keluarga dan teman-teman dan yang memberanikan aku untuk ke sana adalah, adanya masukan dari teman kerja..

"Cobalah kamu baca Ayat Kursi pada saat sesudah Sholat Subuh dan Sesudah Sholat Maghrib sebanyak 3x, Insya Allah akan dilindungi selama 24 jam.Dijauhkan orang yang berniat jahat kepada kita..disamping kita mencari amal pahala dari Allah, saat kita membaca Ayat Kursi tersebut" kata temanku..

Aku rada nggak percaya dengan apa yang dikatakan temanku itu tapi apa salahnya aku coba pikirku dalam hati..Dan hari demi hari aku mencoba menghapal Ayat Kursi sebelum aku berangkat pindahan ke Aceh. Dan Alhamdulillah aku bisa menghapal dengan lancar Ayat Kursi..Subhanallah..

Jadi apa yang dianjurkan teman saya itu saya terus kerjakan dan dimana saja saya rajin mengerjakan membacanya. Dan saat aku pindahan ke Aceh..aku pun mengerjakannya dan semasa sudah berada dan beraktivitas di Kebun di daerah Aceh Tamiang, aku kerjakan juga. Dan Alhamdulillah, Aku terhindar dari segala mara bahaya, niat jahat teman-teman kerja yang nggak suka sama aku dan gangguan keamanan yang saat itu aku mulai rasakan karena waktu di sana, ada orang yang tidak dikenal mencari aku..

Allah Hu Akbar, Subhanallah, Alhamdulillah, Selama aku di tempatkan di Aceh Tamiang, aku dilindungi oleh Allah, dan aku merasa aman dan nyaman walau aku ditempatkan di daerah Konplik dan tak tak pernah aku tinggalkan membaca Ayat Kursi dan terus aku baca hingga aku dipindahkan lagi ke Daerah lain yang ada di Sumatra Utara. Aku percaya Allah akan selalu melindungi dimana pun aku berada..Banyak kisah yang tidak mungkin aku ceritakan disini mengenai apa yang kualami saat membaca dan mengamalkan Ayat Kursi, karena biar itu aku yang tahu sendiri saja.

Alhamdulillah semenjak itu aku selalu membaca Ayat Kursi saat aku sholat dan selalu bermohon kepada Allah dalam setiap do'aku, mohon dilindungi aku dan keluarga ku dari segala mara bahaya dan orang yang berniat jahat terhadap keluargaku.

Saya cuma share pengalaman saya, mengenal Ayat Kursi dan mengamalkannya dengan membacanya setiap hari. Ada rasa aman dan nyaman saat menbaca Ayat Kursi tersebut. Ada kerinduan bilamana disetiap sholat, tidak membaca Ayat tersebut dan biasanya setiap Sholat Maghrib aku selalu membacanya di dalam setiap sholat ku. Aku nggak tahu apaa yang dirasakan orang, tapi itu yang aku rasakan selama ini.

Tidak ada salahnya anda mencobanya, disamping mendapatkan pahala, tetapi itu semua tergantung kita bagaimana kita mengamalkannya apa itu secara khusuk atau bagaimana...

Tapi disamping kita selalu membaca Ayat Kursi setiap harinya, ada baiknya kita membaca Surah-Surah dalam Al Qur'an lainnya , agar kita lebih tahu dan mengingat Allah dan juga menambah pahala kita.


Salam 15 December 2012





JANGAN LALAIKAN SHOLATMU, KAWAN..

Sebenarnya judul di atas adalah cerita-cerita yang akan saya coba posting di dalam blog ini dalam menyambut Bulan Ramadhan 1433 H, dimana kita melaksanakan Ibadah Puasa di bulan Ramadhan dari Menjelang Subuh dan Sesudah Maghrib.

Sebenarnya cerita ini adalah cerita yang penulis alami sendiri dan penulis sebenarnya malu untuk bercerita di dalam blog ini mengenai apa yang terjadi dengan penulis dan yang berhubungan dengan Sholat Lima Waktu. Dan kebetulan kejadian yang menimpa penulis berlangsung tadi malam 18 Juli 2012 jam 3 malam. Dan mudah-mudahan cerita ini bisa menjadi pelajaran buat kita semua untuk tidak menyepelekan Sholat-Sholat Wajib Lima Waktu Dan semakin bertambah ibadah kita demi berjuang di Jalan Allah.

 Pada suatu ketika atau Pada suatu malam..ehm..nampaknya tidak cocok kata-kata tersebut karena kejadiannya baru berlangsung dan benar terjadi. Baiklah..Mungkin kata-kata ini lebih baik..

Semalam adalah malam Rabu, 17 Juli 2012, sehabis aku mengotak-atik laptopku sambil membuka facebook, linkedin dan email serta membuat materi untuk teman-teman yang mengikuti training piping design online training. Mataku terasa berat dan perasaan ingin tidur saja dan kulihat jam sudah menunjukkan pukul 9 lewat 30 menit dan kulihat istriku sudah selesai melaksanakan sholat Isya dan beranjak ke kamar tidur. Tak lama berselang aku pun merasa mataku sudah berat dan pikiranku sudah seperti bermimpi. Dan dengan perasaan seperti itu aku pun langsung masuk ke kamar tidur dan kemudian tidur di samping istriku. Dan tidak biasanya istriku tidak menanyakan sudah sholat atau belum. Karena istriku tahu bahwa aku kadang sering menunda-nunda sholat Isya dan kadang selalu kukerjakan sekitar jam 2, jam 3 atau jam 4 atau kadang sebelum Waktu Subuh telah tiba.

Memang aku mempunyai kebiasaan jelek yaitu menunda-nunda sholat Isya karena aku merasa bahwa waktu Sholat Isya itu panjang sehingga aku merasa aku bisa tidur dahulu dan kemudian bangun sekitar jam 2 atau jam 3 untuk melaksanakan Sholat Isya. Insya Allah, aku pasti terbangun bilamana aku belum melaksanakan sholat subuh karena aku nggak akan bisa tidur dengan nyenyak bilamana belum melaksanakan Sholat Isya.  Dan aku sebenarnya punya rencana yaitu aku akan melaksanakan sholat Tahajud bilamana aku terbangun dari tidurku waktu malam. Karena aku saat ini masih belum mendapatkan pekerjaan yang bagus yang sesuai dengan pengalaman kerjaku dan berharap bilamana aku sholat Tahajjud atau sholat pada malam hari, aku bisa segera cepat dapat kerja. Namun aku adalah aku, karena aku manusia biasa yang masih dalam keadaan penuh dosa dan masih dipengaruhi oleh bisikan-bisikan setan, dimana rencana hanyalah rencana karena bila aku terbangun tiap malam aku hanya melaksanakan sholat Isya saja dan tidak melaksanakan sholat Tahajjud seperti yang aku angankan..Karena dengan suhu minus dan di musim winter begini di Canberra membuat aku melaksanakan Sholat Isya dengan badan menggigil dan akhirnya aku selalu mengurungkan niatku untuk melaksanakan Sholat Tahajjud karena rasa dingin menghinggapi diriku dan akhirnya setelah selesai Sholat Isya, aku pun kembali ke tempat tidur dan bergelut kembali dengan selimut tebal.

Semalam pun kejadiannya sama seperti malam yang sudah-sudah, aku selalu menunda-nunda sholat Isya dan aku pun tertidur setelah mendapat pelukan hangat dari istriku. Dan sesaat aku tertidur aku bermimpi dan akhirnya aku pun terbangun karena aku merasa ingin buang air kecil tapi karena rasa dingin menyerang terus aku pun kembali tidur padahal aku sendiri belum melaksanakan sholat Isya. Dan dalam mimpi keduaku ini aku merasa aku sudah melaksanakan Sholat..dan aku terus bermimpi yang lain-lain (nampaknya nggak perlu diceritakan mimpi mimpi lainnya...red).

Akhirnya karena aku sudah tidak tahan lagi menahan rasa ingin buang air kecil, aku pun terbangun dari tidurku dan aku pun menuju ke toilet dan buat air kecil. Aku ingat bahwa aku belum sholat Isya malam itu dan nggak tahu apakah ada godaan setan atau godaan sifat malasku sehingga aku menunda Sholatku lagi dan maksudnya kembali ke tempat tidurku dan tidur kembali. Dalam hatiku "Toh istriku sudah tertidur lelap dan dia khan nggak tahu apakah aku sudah sholat atau belum. Ntar nanti kalau aku terlewat dan masuk waktu subuh kalau nggak ditanya yach aku diam saja. " gumanku dalam hati waktu itu. Istriku khan mungkin berpikir aku sudah sholat karena dia nggak bertanya malam itu. Akhirnya aku kembali ke tempat tidurku dan masuk ke dalam selimut hangat dan kembali tertidur dan melalaikan sholat ku malam itu.

Saat penulis menulis cerita ini ada rasa merinding di punggungku dan tengkukku bila mengingat kejadian tadi malam dan bercerita mengenai kejadian tadi malam yang menyentak kalbuku. Kita kembali ke cerita semalam.

Akhirnya aku tertidur lagi dan aku bermimpi kembali tapi mimpi ini adalah mimpi yang menurutku sangat mengerikan sekali karena aku bermimpi ada semacam sosok bayangan hitam masuk dari jendela kamarku dan aku perasaanku aku terbangun dan kukejar bayangan itu dan aku dapati bayangan hitam itu bersembunyi di belakang pintu kamar tidur anak-anakku. Dan aku pun mengejar bayangan itu dan mengajaknya berbicara namun bayangan hitam itu hanya diam saja.

"Mas..Mas..Mas..."kudengar suara istriku membangunkan aku dari tidurku.(  Maaf aku merasa sedih dan menangis dengan diriku saat ini mengingat kejadian tadi malam dimana aku melalaikan sholat Isya ku dan aku merasa berdosa kepada Istriku dan kepada Allah karena telah melalaikan sholatku....red). Aku pun terbangun dari tidurku dengan perasaan takut dan perasaan merinding di sekujur tubuhku malam itu. Dan aku langsung ingat kepada Allah..Ya Allah, mohon ampun karena aku belum sholat Isya...suara hatiku berkata.
Ampun yach Allah dan jangan lagi mimpi seperti itu yach Allah ..bathinku berkata lagi..

Aku harus sholat gumanku dalam hati tapi aku merasa badanku masih merinding dan masih ada rasa takut di dalam hatiku dengan mimpiku barusan. Tapi aku nggak mau bermimpi buruk seperti itu lagi dan aku paksakan diriku untuk melakukan sholat Isya dan akhirnya aku beranjak dari tempat tidurku menuju ke kamar mandi untuk mengambil wudhu walau dengan perasaan takut sekali. Tapi aku ikhlaskan diriku kepada Allah bilamana ada terjadi apa-apa denganku malam itu. Kulihat istriku tertidur dengan nyenyaknya dan biasanya aku sholat di kamar khusus untuk sholat tapi malam itu aku punya rasa takut dan aku bawa sejadah ke dalam kamar tidurku dan kunyalakan lampu kamar tidurku untuk melakukan sholat karena terus terang aku sangat takut sekali dengan mimpiku malam itu.

Tapi sebelum aku masuk ke kamar tidurku, aku sempatkan menengok ke kamar anak-anakku dan sebelum menyentuh pintu kamar tidur anak-anakku, aku hidupkan lampu dahulu kamar tidur ku. Perlahan aku tekan pintu kamar tidur anak-anakku dengan pelan sampai menyentuh dinding karena aku masih merasa badanku merinding dan akhirnya aku lihat tidak ada siapa-siapa di balik pintu tersebut. Dan setelah aku pastikan tidak terjadi apa-apa dengan pintu tersebut akhirnya aku melakukan sholat Isya dengan perasaan takut dan rasa merinding di sekujur tubuhku.

Akhirnya kuselesaikan Sholat Isya ku dan aku pun berdoa memohon ampun atas kekhilafanku malam itu yang menunda-nunda sholatku. Namun perasaan merinding itu masih saja belum hilang dari tubuhku dan aku pun membacakan Ayat Kursi.



Bacaan sesuai terjemahan sesuai lafal dari huruf arab ke huruf latin :


ALLAHU LAA ILAAHA ILLA HUWAL HAYYUL QAYYUMU. LAA TA'KHUDZUHUU SINATUW WA LAA NAUUM. LAHUU MAA FISSAMAAWAATI WA MAA FIL ARDHI. MAN DZAL LADZII YASFA'U 'INDAHUU ILLAA BI IDZNIHI. YA'LAMU MAA BAINA AIDIIHIM WA MAA KHALFAHUM. WA LAA YUHITHUUNA BI SYAI-IN MIN 'ILMIHII ILLAA BI MAASYAA-A. WASI'A KURSIYYUHUSSAMAAWAATI WAL ARDHA. WA LAA YA-UDHUU HIFZHUHUMAA WAHUWAL 'ALIYYUL AZHIIM.



Artinya :

Allah tidak ada Tuhan melainkan Dia yang Maha Kekal lagi terus menerus mengurus makhlukNya, tidak mengantuk dan tidak tidur KepunyaanNya apa yang di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izinNya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang meraka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendakiNya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi, Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (QS : Al-Baqarah : 255)



Namun saat aku membaca Ayat Kursi, ada bagian dari ayat itu yang terlupa dan tidak biasanya aku lupa dengan Ayat Kursi karena hampir setiap hari aku membaca Ayat Kursi. Dan dengan lafaz yang aku lupa aku

bacakan terus sampai tiga kali dan tentunya aku lupa terus dan aku coba terus kubaca kembali sampai aku naik ke tempat tidurku dan kubacakan Surat Al Fatehah sambil memeluk istriku untuk meredam rasa takutku dan rasa merinding di badanku tersebut. Dan akhirnya aku ingat kembali bacaan Ayat Kursi setelah kubaca Surat Al Fatehah tadi dan Aku pun terus membaca Ayat Kursi sampai aku tertidur dengan lelapnya.


Dan aku pun bermimpi kembali dan dalam mimpiku aku melihat diriku memandangi wajah istriku dan istriku melihatku dengan senyum manis dan indahnya, senyum yang membuatku bahagia. Aku nggak tahu sampai berapa lama aku memandangi istriku dengan senyumnya itu. Ya mungkin saja itu hadiah buatku karena aku telah melakukan Sholat Isya walau dengan terlambat dan kulaksanakan sekitar jam 3 pagi malam tadi.


Setelah pagi hari aku terbangun dan kulaksanakan Sholat Subuh, aku pun penasaran dengan bagian Ayat Kursi yang aku lupa dan aku pun mencari arti dari Ayat Kursi dan Aku pun terkejut dan merasa bersalah kepada Allah karena aku punya niatan melalaikan Sholat Isya ku. Dan dimana artinya dari bagian Ayat Kursi yang terlupa itu adalah :


"Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang meraka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendakiNya."


Sesaat aku terdiam melihat arti ayat Al Qur'an tersebut dan aku pun berdo'a dan memohon ampun kepada Allah atas segala kekhilafanku yang kubuat selama ini.


Aku bisa membohongi istriku dengan tindakanku yang seolah-olah aku telah Sholat Isya tapi aku tidak bisa membohongi Allah karena Allah Maha Mengetahui. Subhanallah..Subhanallah..Subhanallah..



Aku tahu Allah masih sayang dengan aku karena Allah selalu mengingatkanku bilamana aku lalai dari jalan  Nya. Kita tidak tahu rahasia Allah selanjutnya untuk menyadarkan manusia bila mereka lalai dan mencoba menjauh dari  jalan Allah. Allah punya banyak rahasia yang manusia tidak ketahui. 


Penulis disini hanya sekedar sharing agar kita bisa kembali ke jalan Nya dan menjauhi segala larangan Nya.
Dan mentaati segala Perintah-Perintah Nya termasuk menjalankan Sholat Lima Waktu.


Mudah-mudahan dengan cerita ini kita bisa selalu ingat Allah dan tidak lalai dalam melaksanakan Sholat. Dan semakin bertambah ilmu kita dan selalu di jalan Allah. 


Mohon Maaf bila kurang berkenan..karena penulis menceritakan apa adanya yang dialami tiada niatan apa-apa tapi hanya niatan untuk berbagi cerita dengan teman-teman semua disaat penulis menunda-nunda Sholat. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Amin





Wednesday, 31 October 2012

SHARING DISKUSI "MANFAAT BERKUMPUL DI DALAM KEBAIKAN"

DVD

DVD

LATIHAN MEMBACA AL QUR'AN METODA IQRO

DVD

W

HURUF HIJAIYAH

DVD

Disini belajar hurup Hijaiyah

MENGENAL TANDA BACA

DVD

Di Dalam Video ini digambarkan cara membaca Al Qur' an dengan metoda IQRO.
Jadi di dalam video ini diajarkan cara membaca Ayat-Ayat Al Qur'an dengan benar.

FITNAH DAN SUARA WANITA


                                                      FITNAH DAN SUARA WANITA
Dr. Yusuf Qardhawi


PERTANYAAN

Sebagian  orang  berprasangka  buruk  terhadap  wanita. Mereka  menganggap wanita sebagai sumber segala bencana dan fitnah. Jika terjadi suatu bencana, mereka berkata, "Periksalah   kaum   wanita!"   Bahkan  ada  pula  yang berkomentar,   "Wanita   merupakan   sebab   terjadinya penderitaan  manusia  sejak  zaman bapak manusia (Adam) hingga sekarang, karena wanitalah yang  mendorong  Adam untuk memakan buah terlarang hingga dikeluarkannya dari surga dan terjadilah penderitaan dan kesengsaraan  atas dirinya dan diri kita sekarang."

Anehnya,  mereka  juga  mengemukakan  dalil-dalil agama untuk menguatkan pendapatnya  itu,  yang  kadang-kadang tidak  sahih,  dan adakalanya meskipun sahih mereka pahami   secara   tidak   benar, seperti terhadap hadits-hadits  yang  berisi  peringatan terhadap fitnah wanita, misalnya sabda Rasulullah saw :

"Tidaklah aku tinggalkan sesudahku  suatu  fitnah  yang lebih  membahayakan  bagi  laki-laki  daripada (fitnah) perempuan."

Apakah maksud hadits tersebut  dan  hadits-hadits  lain yang  seperti itu? Hadits-hadits tersebut kadang-kadang dibawakan oleh para  penceramah  dan  khatib,  sehingga            dijadikan alat oleh suatu kaum untuk menjelek-jelekkan kaum wanita dan oleh sebagian lagi untuk menjelek-jelekkan Islam. Mereka menuduh Islam itu dusta      (palsu)  karena  bersikap  keras  terhadap  wanita  dan kadang-kadang bersikap zalim.

Mereka  juga  mengatakan,  "Sesungguhnya suara wanita - sebagaimana wajahnya - adalah  aurat.  Wanita  dikurung dalam rumah sampai meninggal dunia."

Kami  yakin  bahwa  tidak ada agama seperti Islam, yang menyadarkan kaum wanita, melindunginya,  memuliakannya, dan  memberikan  hak-hak  kepadanya.  Namun, kami tidak memiliki penjelasan dan dalil-dalil sebagai yang Ustadz miliki. Karena   itu,  kami  mengharap  ustadz  dapat menjelaskan makna dan maksud hadits-hadits  ini  kepada orang-orang yang tidak mengerti Islam atau berpura-pura tidak mengerti.

Semoga Allah menambah  petunjuk  dan  taufik-Nya  untuk Ustadz  dan  menebar  manfaat  ilmu-Nya melalui Ustadz. Amin.

JAWABAN


Sebenarnya tidak ada satu pun agama langit  atau  agama bumi, kecuali Islam, yang memuliakan wanita, memberikan haknya, dan  menyayanginya.  Islam  memuliakan  wanita, memberikan  haknya, dan memeliharanya sebagai manusia. Islam memuliakan  wanita, memberikan haknya, dan memeliharanya sebagai anak perempuan.

Islam memuliakan wanita, memberikan haknya, dan memeliharanya sebagai istri. Islam  memuliakan wanita, memberikan haknya, dan memeliharanya sebagai ibu. Dan Islam  memuliakan wanita, memberikan haknya, dan memelihara serta melindunginya sebagai anggota masyarakat.

Islam memuliakan wanita sebagai manusia yang diberi tugas (taklif) dan tanggung jawab yang utuh seperti halnya laki-laki, yang kelak akan mendapatkan pahala atau siksa sebagai  balasannya.  Tugas yang mula-mula diberikan Allah kepada manusia bukan khusus untuk laki-laki, tetapi juga untuk perempuan, yakni Adam dan istrinya (lihat kembali surat al-Baqarah : 35)

Perlu diketahui bahwa tidak ada satu pun nash Islam, baik Al-Qur'an maupun As-Sunnah   sahihah, yang mengatakan bahwa wanita (Hawa;  penj.) yang menjadi penyebab diusirnya laki-laki (Adam) dari surga dan menjadi penyebab penderitaan anak cucunya kelak, sebagaimana  disebutkan dalam Kitab Perjanjian Lama. Bahkan Al-Qur'an menegaskan bahwa Adamlah orang pertama yang  dimintai  pertanggungjawaban (lihat kembali surat Thaha: 115-122).

Namun, sangat disayangkan masih banyak umat Islam yang merendahkan kaum wanita dengan   cara mengurangi hak-haknya serta mengharamkannya dari apa-apa yang telah ditetapkan syara'.  Padahal, syari'at Islam sendiri telah menempatkan wanita pada proporsi yang sangat jelas, yakni sebagai manusia, sebagai perempuan, sebagai anak perempuan, sebagai istri, atau sebagai ibu.

Yang lebih memprihatinkan, sikap merendahkan wanita tersebut sering disampaikan dengan  mengatas namakan agama (Islam), padahal Islam bebas dari semua itu. Orang-orang yang bersikap demikian kerap menisbatkan pendapatnya dengan hadits Nabi saw. yang berbunyi : "Bermusyawarahlah dengan kaum wanita kemudian langgarlah (selisihlah)."

Hadits ini sebenarnya palsu (maudhu'). Tidak ada nilainya sama sekali serta tidak ada bobotnya  ditinjau     dari segi ilmu (hadits).

Yang benar, Nabi saw. pernah bermusyawarah dengan istrinya, Ummu Salamah, dalam satu  urusan  penting mengenai umat. Lalu Ummu Salamah mengemukakan pemikirannya, dan  Rasulullah pun menerimanya dengan rela serta sadar, dan ternyata dalam pemikiran Ummu Salamah terdapat kebaikan dan berkah.

Mereka, yang merendahkan wanita itu, juga sering menisbatkan kepada perkataan Ali bin Abi Thalib bahwa "Wanita itu jelek segala-galanya, dan segala  kejelekan itu berpangkal dari wanita."

Perkataan  ini  tidak  dapat  diterima  sama sekali; ia bukan dari logika Islam, dan bukan dari nash.1

Bagaimana bisa terjadi diskriminasi seperti itu, sedangkan Al-Qur'an selalu menyejajarkan muslim dengan muslimah, wanita beriman dengan laki-laki beriman, wanita yang taat dengan  laki-laki yang taat, dan seterusnya, sebagaimana disinyalir dalam Kitab Allah.

Mereka juga mengatakan bahwa suara wanita itu aurat, karenanya tidak boleh wanita berkata-kata  kepada laki-laki selain suami atau mahramnya. Sebab, suara dengan tabiatnya yang merdu dapat menimbulkan fitnah dan membangkitkan syahwat.

Ketika kami tanyakan dalil yang dapat dijadikan acuan dan sandaran, mereka tidak dapat menunjukkannya.

Apakah mereka tidak tahu bahwa Al-Qur'an memperbolehkan laki-laki bertanya kepada isteri-isteri Nabi saw.  Dari balik tabir? Bukankah isteri-isteri Nabi itu mendapatkan tugas dan tanggung jawab yang lebih berat daripada  istri-istri  yang lain, sehingga ada beberapa perkara  yang diharamkan kepada mereka yang tidak diharamkan kepada selain mereka? Namun demikian, Allah berfirman : "Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri  Nabi),  maka mintalah dari belakang tabir ..."(al-Ahzab: 53)

Permintaan atau  pertanyaan (dari  para  sahabat) itu sudah  tentu memerlukan jawaban dari Ummahatul Mukminin (ibunya kaum mukmin: istri-istri  Nabi).  Mereka  biasa memberi  fatwa  kepada  orang yang meminta fatwa kepada mereka, dan meriwayatkan hadits-hadits bagi orang  yang ingin mengambil hadits mereka.

Pernah  ada  seorang  wanita  bertanya kepada Nabi saw.  dihadapan kaum laki-laki.  Ia  tidak  merasa  keberatan melakukan  hal itu, dan Nabi pun tidak melarangnya. Dan pernah ada seorang wanita yang menyangkal pendapat Umar ketika  Umar  sedang  berpidato  di  atas  mimbar. Atas sanggahan itu, Umar  tidak  mengingkarinya,  bahkan  ia mengakui   kebenaran   wanita   tersebut  dan  mengakui kesalahannya sendiri seraya berkata, “Semua orang (bisa) lebih mengerti daripada Umar."

Kita juga mengetahui seorang wanita muda, putri seorang syekh yang sudah tua (Nabi Syu'aib; ed.) yang  berkata kepada Musa, sebagai dikisahkan dalam Al-Qur'an : "...   Sesungguhnya  bapakku  memanggil  kamu  agar  ia memberi balasan terhadap  (kebaikan)-mu  memberi  minum (ternak) kami ..." (al-Qashash: 25)

Sebelum itu, wanita tersebut dan saudara perempuannya juga berkata kepada Musa ketika Musa  bertanya kepada mereka : "...  Apakah  maksudmu  (dengan  berbuat begitu)? Kedua wanita  itu  menjawab, 'Kami tidak dapat meminumkan (ternak kami), sebelum penggembala-penggembala  itu memulangkan (ternaknya), sedangkan bapak kami adalah orang tua yang telah lanjut usianya." (al-Qashash: 23)

 Selanjutnya, Al-Qur'an juga menceritakan kepada kita percakapan yang terjadi antara Nabi  Sulaiman  a.s. dengan  Ratu  Saba,  serta  percakapan sang Ratu dengan kaumnya yang laki-laki.

Begitu pula peraturan (syariat) bagi nabi-nabi sebelum kita menjadi peraturan kita selama peraturan kita tidak menghapuskannya, sebagaimana pendapat yang terpilih.

Yang dilarang bagi wanita ialah melunakkan  pembicaraan untuk menarik laki-laki, yang oleh   Al-Qur'an diistilahkan dengan al-khudhu bil-qaul (tunduk/lunak/memikat dalam berbicara),  sebagaimana disebutkan dalam firman Allah : "Hai istri-istri Nabi, kamu sekalian tidaklah  seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga  berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik." (al-Ahzab: 32)

Allah melarang khudhu, yakni cara bicara yang bisa membangkitkan nafsu orang-orang yang   hatinya       "berpenyakit." Namun, dengan ini bukan berarti Allah melarang semua pembicaraan   wanita dengan setiap laki-laki. Perhatikan ujung ayat dari surat di atas : "Dan ucapkanlah perkataan yang baik"

Orang-orang yang merendahkan wanita itu sering memahami hadits dengan salah. Hadits-hadits   yang mereka sampaikan antara lain yang diriwayatkan Imam Bukhari bahwa Nabi saw. Bersabda:
"Tidaklah aku tinggalkan sesudahku suatu fitnah yang lebih membahayakan bagi laki-laki  daripada (fitnah) wanita."

Mereka telah salah paham. Kata fitnah dalam hadits diatas mereka artikan dengan "wanita itu  jelek dan merupakan azab, ancaman, atau musibah yang ditimpakan manusia seperti ditimpa    kemiskinan, penyakit, kelaparan, dan ketakutan. "Mereka melupakan suatu masalah yang  penting, yaitu bahwa manusia difitnah (diuji) dengan kenikmatan lebih banyak daripada diuji dengan musibah. Allah berfirman : "... Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan  sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya) ...." (al-Anbiya: 35)

Al-Qur'an juga menyebutkan harta dan anak-anak yang merupakan kenikmatan hidup dunia dan perhiasannya - sebagai  fitnah  yang  harus  diwaspadai, sebagaimana firman Allah : "Sesungguhnya  hartamu  dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu)..." (at-Taghabun: 15) "Dan  ketabuilah  bahwa  hartamu  dan  anak-anakmu  itu hanyalah sebagai cobaan ..." (al-Anfal: 28)

Fitnah  harta  dan  anak-anak  itu  ialah kadang-kadang harta atau anak-anak melalaikan manusia dari  kewajiban   kepada Tuhannya dan melupakan akhirat. Dalam hal ini Allah berfirman : "Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang membuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi." (al-Munaafiqun: 9)

Sebagaimana dikhawatirkan manusia akan terfitnah oleh harta dan anak-anak, mereka pun dikhawatirkan terfitnah oleh wanita,terfitnah oleh istri-istri mereka yang          menghambat dan menghalangi mereka dari perjuangan, dan menyibukkan mereka dengan kepentingan-kepentingan khusus (pribadi/keluarga) dan  melalaikan mereka dari kepentingan-kepentingan umum.   Mengenai hal ini Al-Qur'an memperingatkan : "Hai orang-orang beriman, sesungguhnya   diantara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh   bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka  ..." (at-Taghabun: 14)

Wanita-wanita itu menjadi fitnah apabila mereka menjadi alat untuk membangkitkan nafsu dan  syahwat serta menyalakan api keinginan dalam hati kaum laki-laki. Ini merupakan bahaya sangat besar yang dikhawatirkan dapat menghancurkan akhlak, mengotori harga diri, dan menjadikan keluarga berantakan serta masyarakat rusak.

Peringatan untuk berhati-hati terhadap wanita disini seperti peringatan untuk berhati-hati   terhadap kenikmatan harta, kemakmuran, dan kesenangan hidup,      sebagaimana disebutkan dalam hadits sahih : "Demi Allah, bukan kemiskinan yang aku takutkan atas kamu, tetapi yang aku  takutkan ialah dilimpahkan (kekayaan) dunia untuk kamu sebagaimana dilimpahkan untuk   orang-orang sebelum kamu, lantas kamu memperebutkannya sebagaimana mereka dahulu berlomba-lomba  memperebutkannya,  lantas  kamu  binasa karenanya  sebagaimana mereka dahulu binasa karenanya." (Muttafaq alaih dari hadits Amr bin Auf al-Anshari)

Dari hadits ini tidak  berarti  bahwa  Rasulullah  saw. hendak  menyebarkan  kemiskinan,  tetapi  beliau justru memohon perlindungan kepada Allah dari kemiskinan itu, dan mendampingkan  kemiskinan  dengan  kekafiran. Juga tidak  berarti  bahwa  beliau  tidak  menyukai  umatnya mendapatkan  kelimpahan  dan  kemakmuran  harta, karena beliau sendiri pernah bersabda : "Bagus nian harta yang baik bagi orang yang baik"  (HR. Ahmad  4:197 dan 202, dan Hakim dalam al-Mustadrak 2:2,         dan Hakim mengesahkannya  menurut  syarat  Muslim,  dan komentar Hakim ini disetujui oleh adz-Dzahabi)

Dengan  hadits diatas, Rasulullah saw. hanya menyalakan lampu merah bagi pribadi dan masyarakat muslim di jalan (kehidupan)  yang  licin dan berbahaya agar kaki mereka tidak terpeleset dan terjatuh  ke  dalam  jurang  tanpa mereka sadari.


Catatan kaki :

1 Perkataan ini sudah kami sangkal dalam Fatwa-fatwa Kontemporer  jilid I ini.

            -----------------------
            Fatwa-fatwa Kontemporer
            Dr. Yusuf Qardhawi
            Gema Insani Press
            Jln. Kalibata Utara II No. 84 Jakarta 12740
            Telp. (021) 7984391-7984392-7988593
            Fax. (021) 7984388
            ISBN 979-561-276-X