Showing posts with label ANGKA-ANGKA DALAM ISLAM. Show all posts
Showing posts with label ANGKA-ANGKA DALAM ISLAM. Show all posts

Wednesday, 31 October 2012

100 LANGKAH MENUJU KESEMPURNAAN IMAN


Rasulullah saw bersabda: "Barang siapa menghadap Allah (meninggal dunia), sedangkan ia biasa melalaikan Shalatnya, maka Allah tidak mempedulikan sedikit-pun perbuatan baiknya (yang telah ia kerjakan tsb)".
(Hadist Riwayat Tabrani)

Assalamualaikum wr.wb
Terlampir di bawah ini adalah kajian yang sangat bagus yang saya dapatkan dari akhwat kita, Sdri. Santi Shiva, mengenai
"100 Langkah Menuju Kesempurnaan Iman", yang sangat bagus untuk diamalkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Semoga bermanfaat.

100 Langkah Menuju Kesempurnaan Iman :

1.            Bersyukur apabila mendapat nikmat;
2.            Sabar apabila mendapat kesulitan;
3.            Tawakal apabila mempunyai rencana/program;
4.            Ikhlas dalam segala amal perbuatan;
5.            Jangan membiarkan hati larut dalam kesedihan;
6.            Jangan menyesal atas sesuatu kegagalan;
7.            Jangan putus asa dalam menghadapi kesulitan;
8.            Jangan usil dengan kekayaan orang;
9.            Jangan hasud dan iri atas kesuksesan orang;
10.        Jangan sombong kalau memperoleh kesuksesan;
11.        Jangan tamak kepada harta;
12.        Jangan terlalu ambisius akan sesuatu kedudukan;
13.        Jangan hancur karena kezaliman;
14.        Jangan goyah karena fitnah;
15.        Jangan bekeinginan terlalu tinggi yang melebihi kemampuan diri;
16.        Jangan campuri harta dengan harta yang haram;
17.        Jangan sakiti ayah dan ibu;
18.        Jangan usir orang yang meminta-minta;
19.        Jangan sakiti anak yatim;
20.        Jauhkan diri dari dosa-dosa yang besar;
21.        Jangan membiasakan diri melakukan dosa-dosa kecil;
22.        Banyak berkunjung ke rumah Allah (masjid);
23.        Lakukan shalat dengan ikhlas dan khusyu;
24.        Lakukan shalat fardhu di awal waktu, berjamaah dan di masjid;
25.        Biasakan shalat malam;
26.        Perbanyak dzikir dan do'a kepada Allah;
27.        Lakukan puasa wajib dan puasa sunat;
28.        Sayangi dan santuni fakir miskin;
29.        Jangan ada rasa takut kecuali hanya kepada Allah;
30.        Jangan marah berlebih-lebihan;
31.        Cintailah seseorang dengan tidak berlebih-lebihan;
32.        Bersatulah karena Allah dan berpisahlah karena Allah;
33.        Berlatihlah konsentrasi pikiran;
34.        Penuhi janji apabila telah diikrarkan dan mintalah maaf apabila karena sesuatu sebab tidak dapat dipenuhi;
35.        Jangan mempunyai musuh, kecuali dengan iblis/syetan;
36.        Jangan percaya ramalan manusia;
37.        Jangan terlampau takut miskin;
38.        Hormatilah setiap orang;
39.        Jangan terlampau takut kepada manusia;
40.        Jangan sombong, takabur dan besar kepala;
41.        Bersihkan harta dari hak-hak orang lain;
42.        Berlakulah adil dalam segala urusan;
43.        Biasakan istighfar dan taubat kepada Allah;
44.        Bersihkan rumah dari patung-patung berhala;
45.        Hiasi rumah dengan bacaan Al-Quran;
46.        Perbanyak silaturahmi;
47.        Tutup aurat sesuai dengan petunjuk Islam;
48.        Bicaralah secukupnya;
49.        Beristri/bersuami kalau sudah siap segala-galanya;
50.        Hargai waktu, disiplin waktu dan manfaatkan waktu;
51.        Biasakan hidup bersih, tertib dan teratur;
52.        Jauhkan diri dari penyakit-penyakit bathin;
53.        Sediakan waktu untuk santai dengan keluarga;
54.        Makanlah secukupnya tidak kekurangan dan tidak berlebihan;
55.        Hormatilah kepada guru dan ulama;
56.        Sering-sering bershalawat kepada nabi;
57.        Cintai keluarga Nabi saw;
58.        Jangan terlalu banyak hutang;
59.        Jangan terlampau mudah berjanji;
60.        Selalu ingat akan saat kematian dan sadar bahwa kehidupan dunia adalah kehidupan sementara;
61.        Jauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat seperti mengobrol yang tidak berguna;
62.        Bergaullah dengan orang-orang shaleh;
63.        Sering bangun di penghujung malam, berdoa dan beristighfar;
64.        Lakukan ibadah haji dan umrah apabila sudah mampu;
65.        Maafkan orang lain yang berbuat salah kepada kita;
66.        Jangan dendam dan jangan ada keinginan membalas kejahatan dengan kejahatan lagi;
67.        Jangan membenci seseorang karena paham dan pendirian;
68.        Jangan benci kepada orang yang membenci kita;
69.        Berlatih untuk berterus terang dalam menentukan sesuai pilihan;
70.        Ringankan beban orang lain dan tolonglah mereka yang mendapatkan kesulitan;
71.        Jangan melukai hati orang lain;
72.        Jangan membiasakan berkata dusta;
73.        Berlakulah adil, walaupun kita sendiri akan mendapatkan kerugian;
74.        Jagalah amanah dengan penuh tanggung jawab;
75.        Laksanakan segala tugas dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan;
76.        Hormati orang lain yang lebih tua dari kita;
77.        Jangan membuka aib orang lain;
78.        Lihatlah orang yang lebih miskin daripada kita, lihat pula orang yang lebih berprestasi dari kita;
79.        Ambilah pelajaran dari pengalaman orang-orang arif dan bijaksana;
80.        Sediakan waktu untuk merenung apa-apa yang sudah dilakukan;
81.        Jangan minder karena miskin dan jangan sombong karena kaya;
82.        Jadilah manusia yang selalu bermanfaat untuk agama, bangsa dan negara;
83.        Kenali kekurangan diri dan kenali pula kelebihan orang lain;
84.        Jangan membuat orang lain menderita dan sengsara;
85.        Berkatalah yang baik-baik atau tidak berkata apa-apa;
86.        Hargai prestasi dan pemberian orang;
87.        Jangan habiskan waktu untuk sekedar hiburan dan kesenangan;
88.        Akrablah dengan setiap orang, walaupun yang bersangkutan tidak menyenangkan;
89.        Sediakan waktu untuk berolahraga yang sesuai dengan norma-norma agama dan kondisi diri kita;
90.        Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan fisik atau mental kita menjadi terganggu;
91.        Ikutilah nasihat orang-orang yang arif dan bijaksana;
92.        Pandai-pandailah untuk melupakan kesalahan orang dan pandai-pandailah untuk melupakan jasa kita;
93.        Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan orang lain terganggu, dan jangan   berkata sesuatu yang dapat menyebabkan orang lain terhina;
94.        Jangan cepat percaya kepada berita jelek yang menyangkut teman kita, sebelum dicek kebenarannya;
95.        Jangan menunda-nunda pelaksanaan tugas dan kewajiban;
96.        Sambutlah uluran tangan setiap orang dengan penuh keakraban dan keramahan dan tidak berlebihan;
97.        Jangan memforsir diri untuk melakukan sesuatu yang di luar kemampuan diri;
98.        Waspadalah akan setiap ujian, cobaan, godaan dan tantangan. Jangan lari dari kenyataan kehidupan;
99.        Yakinlah bahwa setiap kebajikan akan melahirkan kebaikan dan setiap kejahatan akan melahirkan kerusakan;
100.    Jangan sukses diatas penderitaan orang lain dan jangan kaya dengan memiskinkan orang;

40 NASEHAT SAIYIDINA ALI


Berikut adalah 40 nasihat Saiyidina Ali sebagaimana yang terdapat idalam kitab Nahjul Balagh dan Al-Bayan Wattabyeen r.a. :

1.       Pendapat seorang tua adalah lebih baik daripada tenaga seorang muda.
2.       Menyokong kesalahan adalah menindas kebenaran
3.       Kebesaran  seseorang itu bergantung dengan qalbunya yang mana adalah sekeping daging
4.       Mereka yang bersifat pertengahan dalam semua hal tidak akan menjadi miskin
5.       Jagailah ibubapa kamu,nescaya anak-anakmu akan menjagai kamu
6.       Bakhil terhadap apa yang ditangan adalah tidak mempunyai kepecayaan terhadap Allah
7.       Kekayaan seorang bakhil akan turun kepada ahli warisnya atau keangin. Tidak ada yang terpencil dari seorang yang bakhil
8.       Seorang arif adalah lebih baik daripada arif.Seorang jahat adalah lebih jahat daripada kejahatan
9.       Ilmu adalah lebih baik dari pada kekayaan kerana kekayaan harus dijagai ,sedangakn ilmu menjaga kamu
10.   Jagalah harta bendamu dengan mengeluarkan zakat dan angkatkan kesusahan mu dengan mendirikan sembahyang
11.   Sifat menahan kemarahan adalah lebih mulia daripada membalas dendam
12.   Mengajar adalah belajar
13.   Berkhairatlah mengikut kemampuan mu dan janganlah kamu jadikan keluargamu hina dan miskin
14.   Insan terbahagi kepada 3 :
q       mereka yang mengenal Allah
q       mereka yang mencari kebenaran
q       mereka yang tidak berpengetahuan dan tidak mencari kebenaran. Golongan yang terakhir inilah yang paling rendah dan tak baik sekali dan mereka akan ikut sebarang ketua dengan buta seperti kambing

15.   Insan tak akan melihat kesalahan seorang yang bersifat tawadhu' dan lemah
16.   Janganlah kamu takut kepada sesiapa melainkan dosamu terhadap Allah
17.   Mereka yang mencari kesilapan dirinya sendiri adalah selamat dari mencari kesilapan orang lain
18.   Harga diri seseorang itu adalah berdasarkan apa yang ia lakukan untuk memperbaiki dirinya
19.   Manusia sebenarnya sedang tidur tetapi akan bangun bila ia mati
20.   Jika kamu mempunyai sepenuh keyakinan akan Al-Haq dan kebenaran, nescaya keyakinanmu tetap tidak akan berubah walaupun terbuka rahsia2 kebenaran itu.
21.   Allah merahmati mereka yang kenal akan dirinya dan tidak melampaui batas
22.   Sifat seseorang tersembunyi disebalik lidahnya
23.   Seorang yang membantu adalah sayapnya seorang yang meminta
24.   Insan tidur di atas kematian anaknya tetapi tidak tidur di atas kehilangan hartanya
25.   Barangsiapa yang mencari apa yang tidak mengenainya nescaya hilang apa yang mengenainya
26.   Mereka yang mendengar orang yang mengumpat terdiri daripada golongan mereka yang mengumpat
27.   Kegelisahan adalah lebih sukar dari kesabaran
28.   Seorang yang hamba kepada syahwatnya adalah seorang yang lebih hina daripada seorang hamba kepada hamba
29.   Orang yang dengki marah kepada orang tidak berdosa
30.   Putus harapan adalah satu kebebasan , mengharap (kepada manusia) adalah suatu kehambaan
31.   Sangkaan seorang yang berakal adalah suatu ramalan
32.   Seorang akan mendapat tauladan di atas apa yang dilihat
33.   Taat kepada perempuan(selain ibu) adalah kejahilan yang paling besar
34.   Kejahatan itu mengumpulkan kecelaan yang memalukan
35.   Jika berharta, berniagalah dengan Allah dengan bersedekah
36.   Janganlah kamu lihat siapa yang berkata tetapi lihat apa yang dikatakannya
37.   Tidak ada percintaan dengan sifat yang berpura2
38.   Tidak ada pakaian yang lebih indah daripada keselamatan
39.   Kebiasaan lisan adalah apa yang telah dibiasakannya
40.   Jika kamu telah menguasai musuhmu, maafkanlah mereka, kerana perbuatan itu adalah syukur kepada kejayaan yang telah kamu perolehi.



From :  "hanapiah abu khalifah" <h_piah@hotmail.com>

Sharifah Ennie Suhaina Syed Agel
Internal Audit
ext. 03-21602590


25 NASEHAT LUQMAN AL-HAKIM



Dengan apa yang telah diterangkan oleh AL-Quran berhubung dengan Luqman Al-Hakim para ulamak telah memperincikan lagi perbicaraan Luqman dengan anak-anaknya. menerusi satu riwayat dalam kitab Tafsir Ruhul Ma'ani dan Kitab Hidayatul Mustarsyidin bahawa Luqman telah memberikan anaknya dua puluh lima wasiat iaitu :

1.       Hai anakku, sesungguhnya dunia ini bagaikan lautan yang dalam dan banyak  manusia yang karam di dalamnya.  Bila engkau ingin selamat, agar jangan karam, layarilah lautan itu dengan sampan yang bernama takwa, isinya ialah iman dan layarnya ialah tawakkal kepada Allah.

2.       Orang-orang yang sentiasa menyediakan dirinya untuk menerima nasihat, yakin dirinya akan mendapat penjagaan daripada Allah S.W.T. Orang yang insaf dari kesalahan setelah menerima nasihat daripada orang lain, dia akan sentiasa menerima kemuliaan dari Allah S.W.T. jua.

3.       Hai anakku!  Orang yang merasa dirinya lebih rendah di dalam beribadah dan taat kepada Allah, maka orang itu akan sentiasa tawadhuk kepada Allah, dia akan lebih dekat kepada Allah dan sentiasa menghindarkan dirinya daripada melakukan maksiat.

4.       Hai anakku!  Seandainya orang tuamu memarahimu, maka marahnya itu sebagai siraman air bagi tanam-tanaman yang kering kontang.

5.       Jauhilah dirimu dari berhutang, kerana sesungguhnya berhutang itu akan menjadikan dirimu hina di waktu siang dan hina di waktu malam.

6.       Dan selalulah berharap kepada Allah tentang sesuatu yang menyebabkan kamu menderhaka.  Takutlah kepada Allah dengan benar-benar takut, tentulah engkau akan terlepas dari sifat putus asa dari rahmat Allah S.W.T.

7.       Hai anakku! Seseorang pendusta itu akan lepas hilang air mukanya kerana tidak dipercayai orang, dan seseorang yang telah rosak akhlaknya akan sentiasa memikirkan dan mengkhayalkan perkara-perkara yang tidak benar. Ketahuilah bahwa memindahkan batu besar yang berat dari tempat asalnya adalah lebih mudah daripada memberi pengertian kepada orang-orang yang tidak mahu mengerti.

8.       Hai anakku!  Engkau telah merasakan betapa beratnya mengangkat batu yang besar dan besi yang amat berat, tetapi adalah lebih berat daripada itu semua apabila engkau mempunyai jiran tetangga yang jahat.

9.       Hai anakku!  Janganlah sekali-kali engkau mengirimkan utusan melalui orang bodoh dan jahat.  Maka bila tidak ada orang yang baik dan cerdik, sebaiknya engkau sendiri sajalah yang menjadi utusan.

10.   Jauhilah sejauh-jauhnya sifat berdusta, sebab berdusta itu ketika sekali mengerjakannya bagaikan memakan daging burung, padahal sedikit sahaja perbuatan dusta yang dilakukan akibatnya dan bahayanya amat besar.

11.   Hai anakku!  Bila engkau menghadapi dua pilihan, menziarahi orang mati atau menghadiri mailis perkahwinan, maka hendaklah engkau memilih menziarahi orang mati.  Sebab menziarahi orang mati itu akan mengingatkan kamu kepada akhirat, sedangkan menghadiri majlis perkahwinan itu hanyalah akan mengingatkan kamu kesenangan duniawi sahaja.

12.   Janganlah engkau makan atau minum yang berlebihan, kerana sesungguhnya makan yang terlalu kenyang itu akan merosakkan diri dan pemikiranmu, dan alangkah baiknya makanan yang lebih itu diberikan kepada anjing sahaja.

13.   Hai anakku!  Janganlah engkau menelan terus sesuatu makanan kerana manisnya, dan janganlah terus engkau memuntahkan sesuatu barang kerana pahitnya.  Kerana manis itu belum tentu mendatangkan kesegaran dan belum tentu yang pahit itu mendatangkan musibah.

14.   Makanlah makananmu bersama-sama orang yang takwa, dan musyawarah segala urusanmu dengan para alim ulama dengan cara memohon nasihat daripadanya.

15.   Hai anakku!  Bukanlah suatu kebaikan namanya apabila engkau selalu mencari ilmu tetapi tidak engkau mengamalkannya.  Hal itu tidak ubahnya seperti orang yang mencari kayu api, setelah banyak terkumpul maka dia tidak mampu memikulnya padahal dia masih terus mengumpulkannya.

16.   Hai anakku!  Apabila engkau ingin mencari teman sejati, maka ujilah terlebih dulu dengan perkara yang menaikkan kemarahannya.  Bilamana dalam kemarahan itu dia masih berusaha untuk menginsafkan engkau, maka bolehlah engkau ambil sebagai kawan, dan sekiranya bukan demikian maka berhati-hatilah engkau terhadapnya.

17.   Perbaikkanlah tutur katamu, halus budi bahasamu dan manis wajahmu, kerana engkau akan disukai orang yang melebihi sukanya terhadap orang lain yang pernah memberikan barang yang berharga kepadanya.

18.   Hai anakku!  Apabila engkau berteman, jadikanlah dirimu orang yang tidak pernah mengharapkan daripadanya. Namun biarlah dia mengharapkan sesuatu daripadamu.

19.   Jagalah dirimu dalam setiap perkara sebagai seorang yang tidak berhajatkan kepada pujian atau sanjungan dari orang lain, kerana penguasaannya itu akan menyebabkan diri kamu beroleh.

20.   Hai anakku! Usahakanlah agar mulutmu jangan mengeluarkan kata-kata busuk, kotor dan kasar kerana engkau akan lebih selamat apabila berdiam diri.  Kalau berbicara, usahakanlah agar dirimu akan mendatangkan manfaat kepada orang lain.

21.   Hai anakku!  Janganlah engkau cenderung kepada dunia semata-mata dan hatimu jangan disibukkan dengan urusan dunia semata-mata, kerana engkau diciptakan Allah bukannya untuk urusan dunia sahaja.  Tidak ada orang yang lebih hina melainkan orang yang terpedaya dengan dunia semata-mata.

22.   Hai anakku!  Janganlah engkau terlalu mudah ketawa kalau bukan perkara yang menggelikan, jangan engkau berjalan tanpa tujuan pasti, janganlah engkau menanyakan sesuatu yang tidak ada gunanya bagi diri kamu dan janganlah engkau mensia-siakan harta dunia kamu.

23.   Barangsiapa yang penyayang, sudah tentu akan disayang, siapa yang suka berdiam diri sudah tentu akan selamat daripada berkata-kata tentang perkara yang mengandungi racun, dan barangsiapa yang tidak mampu menahan lidahnya daripada berkata kotor, sudah tentu akan menyesal.

24.   Hai anakku!  Bergaul mesralah dengan orang alim dan berilmu. Perhatikanlah kata-kata dan nasihatnya kerana sesungguhnya akan sejuk hati kamu mendengar nasihatnya, hiduplah hati ini dengan cahaya hikmah dari mutiara kata alim ulama bagaikan tanah yang subur disirami air hujan.

25.   Hai anakku!  Ambillah harta dunia sekadar keperluanmu, dan nafkahkanlah yang selebihnya untuk akhirat.  Jangan engkau tendang dunia ini ke bakul sampah, kelak diri kamu akan menjadi pengemis yang membebankan orang lain.  Sebaliknya jangan engkau rangkul dunia ini dan meneguk habis kerana sesungguhnya semua yang engkau makan dan pakai itu adalah tanah belaka. Jangan engkau bertemankan orang bodoh dan orang yang bermuka dua, kerana akan aniayakan diri kamu.


Wallahu'alam

From :  Kader Ibrahim <kader@mailsvr.boc.com.my>
Dipetik dari majalah : We Care, 1997

Ibnu Abas berkata bahawa Rasulullah bersabda :
"Sesungguhnya orang yang paling pedih seksaannya pada hari kiamat adalah orang yang membunuh nabi atau orang yang dibunuh oleh nabi atau membunuh seorang daripada ibu bapanya dan pembuat patung serta orang berilmu yang tidak mendapat manfaat daripada ilmunya." - (Riwayat Baihaqi).